Selasa, 01 Juli 2014

TELAAH BUKU GURU DAN BUKU SISWA

TELAAH BUKU GURU DAN BUKU SISWA

A. PENDAHULUAN
Upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan mutu proses pembelajaran (di ruang kelas, di laboratorium, di lapangan, dan sebagainya) merupakan inovasi pendidikan yang harus terus dilakukan. Salah satu inovasi adalah mengubah paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang terpusat pada guru kepada pembelajaran yang terpusat pada siswa. Pendekatan pembelajaran yang berbasis mengajar diubah ke dalam bentuk pembelajaran berbasis belajar. Ciri utama pembelajaran berbasis belajar adalah terbangunnya kemandirian siswa untuk membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri dari berbagai variasi informasi melalui suatu interaksi dalam proses pembelajaran.
Selain guru yang harus membantu siswa untuk membangun pengetahuannya, diperlukan sarana belajar yang efektif. Salah satu sarana yang paling penting adalah  penyediaan buku pelajaran sebagai rujukan yang baik dan benar bagi siswa. Penyertaan buku ini sangat penting karena buku teks pelajaran merupakan salah satu sarana yang signifikan dalam menunjang proses kegiatan pembelajaran. Buku teks pelajaran yang dimaksud adalah buku yang menjadi pegangan siswa, baik siswa pada jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah Luar Biasa, maupun Perguruan Tinggi.
Buku teks pelajaran yang ada di lapangan, ditinjau dari jumlah, jenis, maupun kualitasnya sangat bervariasi. Sementara itu, buku teks pelajaran, pada umumnya, menjadi rujukan utama dalam proses pembelajaran. Guru di lapangan seringkali tidak merujuk pada kurikulum dalam perencanaan dan implementasi pembelajarannya, tetapi merujuk pada buku teks pelajaran yang digunakan. Dengan demikian, buku teks pelajaran haruslah disusun sebaik dan sebenar mungkin, terutama dalam kaitannya dengan konsep dan aplikasi konsep, agar tidak menjadi sumber pembodohan, melainkan menjadi sumber pencerdasan anak didik.
Selain buku teks pelajaran, ada juga buku guru, yaitu buku pendukung pembelajaran yang menjadi pegangan guru. Di dalamnya memuat materi dan skenario pembelajaran yang menjadi panduan bagi guru dalam menjalankan langkah-langkah pembelajaran. Disebutkan pula bahwa buku siswa maupun buku guru merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.
B. PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN BUKU TEKS PELAJARAN
Dalam berbagai literatur asing, buku pelajaran diistilahkan dengan textbook (selanjutnya istilah yang digunakan adalah buku pelajaran). Buku pelajaran menurut beberapa ahli adalah media pembelajaran (instruksional) yang dominan peranannya di kelas; media penyampaian materi kurikulum; dan bagian sentral dalam suatu sistem pendidikan (Patrick, 1988; Lockeed dan Verspoor, 1990; Altbach, dkk., 1991;  Buckingham dalam Harris, ed., 1980; dan Rusyana, 1984). Secara lebih spesifik, Chambliss dan Calfee (1998) menjelaskan bahwa buku pelajaran adalah alat bantu siswa memahami dan belajar dari hal-hal yang dibaca. Buku pelajaran juga merupakan alat bantu memahami dunia (di luar dirinya). Buku pelajaran memiliki kekuatan yang luar biasa besar terhadap perubahan otak. Buku pelajaran dapat mengubah otak siswa. Kekuatan buku pelajaran yang mempengaruhi pengetahuan anak dan nilai adalah suatu asumsi agar buku pelajaran harus disusun secara bermutu.
Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 dijelaskan bahwa buku (teks) pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa buku pelajaran adalah buku yang dijadikan pegangan siswa pada jenjang tertentu sebagai media pembelajaran (instruksional), berkaitan dengan bidang studi tertentu. Buku pelajaran merupakan buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya, biasa dilengkapi sarana pembelajaran (seperti pita rekaman), dan digunakan sebagai penunjang program pembelajaran.
Kedudukan buku teks pelajaran sangatlah penting, baik bagi siswa maupun guru. Karena tingkat kepentingan itulah buku teks pelajaran haruslah layak untuk dijadikan tempat beroleh pengalaman.
Buku teks pelajaran dapat dipandang sebagai simpanan pengetahuan tentang berbagai segi kehidupan (Pusat Perbukuan, 2005). Karena sudah dipersiapkan dari segi kelengkapan dan penyajiannya, buku teks pelajaran itu memberikan fasilitas bagi kegiatan belajar mandiri, baik tentang substansinya maupun tentang caranya. Dengan demikian, penggunaan buku teks pelajaran oleh siswa merupakan bagian dari budaya buku, yang menjadi salah satu tanda dari masyarakat yang maju.
            Melalui kegiatan membaca buku, seseorang dapat memperoleh pengalaman tak langsung yang banyak sekali (Suryaman dan Utorodewo, 2006). Memang, dalam pendidikan merupakan hal yang berharga jika siswa dapat mengalami sesuatu secara langsung. Akan tetapi, banyak bagian dalam pelajaran yang tidak dapat diperoleh dengan pengalaman langsung. Karena itu, dalam belajar di sekolah, dan sesungguhnya juga, dalam kehidupan di luar sekolah, mendapatkan pengalaman tidak langsung itu sangat penting. Menurut Rusyana dan Suryaman (2004) kemajuan peradaban masa sekarang banyak mendapat dukungan dari kegiatan membaca buku. Karena itulah, penyiapan buku teks pelajaran patut dilakukan dengan sebaik-baiknya.
            Dipandang dari hasil belajar, buku teks pelajaran itu mempunyai peran penting. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pelajaran berperan secara maknawi dalam prestasi belajar siswa. Dalam Laporan World Bank (1995) mengenai Indonesia ditunjukkan bahwa tingkat kepemilikan siswa akan buku dan fasilitas lain berkorelasi dengan prestasi belajar siswa. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Supriadi (1997) yang menyatakan bahwa tingkat kepemilikan siswa akan buku berkorelasi positif dan bermakna dengan prestasi belajar. Di Filipina, peningkatan rasio kepemilikan buku siswa dari 1 : 10 menjadi 1 : 2 di kelas 1 dan 2 secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa (World Bank, 1995).
Dipandang dari proses pembelajaran pun demikian. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan siswa memiliki berbagai kompetensi, untuk mencapai tujuan tersebut, siswa perlu menempuh pengalaman dan latihan serta mencari informasi. Alat yang efektif untuk itu adalah buku teks pelajaran sebab pengalaman dan latihan yang perlu ditempuh dan informasi yang perlu dicari, begitu pula tentang cara menempuh dan mencarinya, disajikan dalam buku teks pelajaran secara terprogram.
C. CIRI BUKU TEKS PELAJARAN YANG BAIK
Walaupun buku teks pelajaran diperuntukkan bagi siswa, guru pun terbantu. Pada waktu mengajar guru dapat mempertimbangkan pula apa yang tersaji dalam buku teks pelajaran. Guru memiliki kebebasan dalam memilih, mengembangkan, dan menyajikan materi. Semua itu merupakan wewenang dan  kewajiban profesionalnya.
Manfaat yang begitu besar tersebut tidaklah akan diperoleh manakala buku teks pelajaran yang disusun tidak layak. Artinya, buku itu tidak mencerminkan manfaat-manfaat yang digambarkan tadi. Oleh karena itu, para penulis buku pelajaran harus merancang buku secara serius dengan memperhatikan implikasi paparan manfaat di atas berikut ini (Greene dan Petty, 1971).
Pertama, buku pelajaran haruslah memiliki landasan sudut pandang yang jelas dan mutakhir. Buku teks pelajaran yang baik adalah buku yang memiliki suatu sudut pandang yang tangguh dan modern mengenai suatu pengajaran dan buku yang memeragakan sesuatu bahan pengajaran secara aplikatif.
Kedua, buku pelajaran haruslah berisi materi yang memadai. Buku pelajaran yang baik adalah buku pelajaran yang menyajikan materi yang kaya, bervariasi, mudah dibaca, serta sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Dampak dari buku yang demikian adalah menjadi sumber pemecahan masalah akademis, memicu siswa untuk membaca, menyenangkan, menstimulasi kreativitas anak, dan sebagainya.
Ketiga, buku teks pelajaran haruslah berisi materi yang disusun secara sistematis dan bertahap. Sistematis dalam arti materi disajikan dengan memperhatikan kemudahan pemahaman siswa dalam hal penjelasan, penggambaran, dan pengorganisasian disusun secara sistematis; pengungkapan dilakukan secara lugas (tidak berbelit-belit); istilah diberi penjelasan dan atau contoh; penggunaan kata dan istilah dalam bahasa asing dan atau bahasa daerah yang tidak relevan dihindari; penyajian mendorong keaktifan siswa untuk berpikir dan belajar dengan cara bervariasi (misalnya: ilustrasi, kuis, dan lain-lain); menantang siswa untuk mencari sumber-sumber belajar lain; diikuti dengan sumber rujukan yang lengkap. Bahan kajian yang berkaitan dihubungkan satu sama lain secara terpadu, baik intrapelajaran maupun  interpelajaran. Penempatan pelajaran dalam keseluruhan buku dilakukan secara tepat. Bertahap dalam arti materi yang disajikan diperhatikan dari segi urutan, seperti dari mudah ke sulit, dari sederhana ke rumit, dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum, dari bagian ke keseluruhan, dan sebagainya.
Keempat, buku teks pelajaran haruslah berisi materi yang disajikan dengan metode dan sarana yang mampu menstimulasi siswa untuk tertarik membaca buku. Misalnya, disajikan gambar yang mampu merangsang siswa untuk menemukan jawaban dari suatu latihan, memperkonkrit pengalaman belajar siswa, dan memungkinkan siswa untuk membuktikannya di lingkungan sekitar atau melalui penelitian sederhana.
Kelima, buku pelajaran haruslah berisi materi yang mendalam sehingga memungkinkan siswa terbantu di dalam memecahkan masalah-masalah akademis yang dihadapinya. Misalnya, pada saat siswa mengerjakan tugas atau latihan, kedalaman pengerjaan atau pemecahan masalah terakomodasi oleh buku, baik disebabkan buku itu memuat hal yang diperlukan siswa atau adanya petunjuk untuk mendapatkan rujukan-rujukan yang memungkinkan masalah itu terpecahkan.
Keenam, buku pelajaran haruslah berisi alat evaluasi yang memungkinkan siswa mampu mengetahui kompetensi yang telah dicapainya. Tingkat pencapaian kompetensi dapat dijadikan umpan balik bagi siswa apakah siswa harus memperdalam lagi bahan tersebut atau melanjutkan kepada bahan berikutnya yang lebih tinggi.
Ketujuh, buku pelajaran haruslah berisi bahan yang memungkinkan siswa memiliki kesempatan untuk menggelitik mata hatinya atas hal yang telah dipelajarinya. Manfaat apa yang diperoleh siswa setelah membaca bahan dan berlatih atas bahan itu, merupakan pertanyaan yang sebaiknya muncul pada diri siswa. Dengan kata lain, alat ini dapat dijadikan bahan refleksi siswa atas segala masalah akademis yang selama ini dipelajarinya.
D. BUKU GURU
Salah satu perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya buku siswa dan buku guru yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat sebagai buku wajib sumber belajar di sekolah.
Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik dipacu untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Oleh karena itu, guru sebagai pengendali utama di dalam proses belajar mengajar di kelas perlu mencermati terlebih dahulu terhadap buku siswa maupun buku pegangan guru yang sudah disediakan pemerintah. Hal ini diperlukan mengingat buku yang disediakan oleh pemerintah ditujukan untuk keperluan skala nasional. Artinya, buku tersebut dibuat secara umum untuk kondisi siswa di Indonesia, tentunya belum mengakomodasi kebutuhan khusus pada masing-masing sekolah yang ada kemungkinan mempunyai karakteristik masing-masing. Dengan demikian, sebelum menggunakan di kelas, tentunya guru diharapkan sudah membaca dan mencermati dengan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar jika terdapat kekeliruan atau ketidaktepatan yang ada dalam buku tersebut, dapat dilakukan langkahlangkah tindak lanjut mengatasinya lebih awal.
E. ANALISIS BUKU GURU DAN BUKU SISWA
Sebelum buku siswa digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas, guru sebaiknya sudah membaca dan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Sehingga jika di dalam buku tersebut ditemukan adanya kekeliruan atau ketidaktepatan, guru dapat mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa pentingnya melakukan analisis buku siswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisis buku adalah sebagai berikut:
a. Kesesuaian isi buku dengan SKL, KI, dan KD
Buku yang hendak digunakan di kelas hendaknya sudah dicek kesesuaiannya dengan kurikulum yang digunakan. Apakah sudah sesuai dengan standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar yang sudah ditentukan. Jika masih ditemukan adanya ketidaksesuaian, guru dapat menindaklanjutinya lebih awal.
b. Kecukupan materi
Materi yang terdapat dalam buku siswa perlu dianalisis dari segi kecukupan materi yang ditinjau dari segi cakupan konsep atau materi esensial dan alokasi waktu yang dibutuhkan/disediakan.
c. Kedalaman materi
Dalam melakukan analisis terhadap kedalaman materi, materi yang tertuang dalam buku siswa perlu ditinjau dari pola pikir keilmuan dan karakteristik siswa. Jika ada yang dianggap kurang sesuai dengan karakteristik siswa di sekolahnya, diharapkan guru dapat menindaklanjuti dengan memberikan tambahan-tambahan penjelasan seperlunya.
d. Kebenaran materi
Analisis buku juga sekaligus melihat kebenaran akan materi, contoh, maupun latihan-latihan yang dituliskan. Jika ditemukan adanya materi/contoh/soal yang dituliskan dalam buku terjadi kesalahan, baik kemungkinan salah dalam penulisan konsep maupun salah ketik, maka guru diharapkan sesegera mungkin untuk menindaklanjutinya. Tidak lanjut dapat berupa ralat perbaikan yang segera disampaikan kepada siswa agar tidak berdampak lebih lanjut kepada siswa (membuat siswa bingung/ragu).
e. Kesesuaian pendekatan yang digunakan
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific, oleh karena itu buku siswa perlu ditinjau dari segi penerapan pendekatan scientific. Apakah penyajiannya sudah memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti yang diharapkan dalam pendekatan scientific atau belum.
f. Kesesuaian penilaian
Bentuk penilaian yang digunakan dalam Kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik. Oleh karena itu, buku siswa yang akan digunakan perlu ditinjau dari ketersediaan penilaian autentik yang terdapat dalam buku siswa tersebut.
Format analisis buku siswa
Judul buku                : ......................................................................................
Kelas                           :  .....................................................................................
Jenjang                       : ......................................................................................
Tema/Topik               : ......................................................................................
NO.
ASPEK YANG DIANALISIS
HASIL ANALISIS
TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS
TIDAK SESUAI
SESUAI
SEBAGIAN
SESUAI
1.
Kesesuaian dengan SKL
 
 
 
 
2.
Kesesuaian dengan KI
 
 
 
 
3.
Kesesuaian dengan KD
 
 
 
 
4.
Kecukupan materi ditinjau dari:
  1. cakupan  konsep/materi esensial
  2. alokasi waktu.
 
 
 
 
5.
Kedalaman materi pengayaan ditinjau dari:
  1. Pola pikir keilmuan
  2. Karakteristik siswa
 
 
 
 
6.
Penerapan Pendekatan Scientific
 
 
 
 
7.
Penilaian Autentik yang tersedia dalam buku siswa
 
 
 
 
PERINGKAT
NILAI
KRITERIA
Amat Baik ( AB)
 90 < A 100
Hasil analisis tepat, tindak lanjut logis dan bisa dilaksanakan
Baik  (B)
75 <  B < 90
Hasil analisis tepat, tindak lanjut kurang logis
Cukup (C)
 60 < C  <  75
Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut logis
Kurang (K)
<  60
Hasil analisis kurang tepat, tindak lanjut tidak logis
F. KESIMPULAN
Buku siswa yang disediakan oleh pemerintah dalam kurikulum 2013 ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sedangkan dalam proses belajar, peserta didik dipacu untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya.
Oleh karena itu peran guru menjadi sangat penting dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku tersebut. Guru diharapkan dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam daerah masing-masing.
Dengan demikian, sebelum menggunakan di kelas, tentunya guru diharapkan sudah membaca dan mencermati dengan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar jika terdapat ketidaksesuaian atau ketidaktepatan yang ada dalam buku tersebut, dapat dilakukan langkah-langkah tindak lanjut untuk mengatasinya lebih awal. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis buku siswa adalah: (1) kesesuaian isi buku dengan SKL, KI, dan KD; (2) kecukupan materi; (3) kedalaman materi; (4) kebenaran materi; (5) kesesuaian dengan pendekatan yang disarankan; dan (6) kesesuaian dengan penilaian yang digunakan.
Sumber:
1)Pusat Perbukuan. (2005). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 tentang Buku Teks Pelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
2) Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2006). Kurikulum dalam Konteks Standar Nasional Pendidikan
4) MENULIS BUKU AJAR: HAKIKAT DAN FUNGSI BUKU TEKS masnur-muslich.blogspot.com
5) analisis buku guru dan siswa mapel rev www.slideshare.net
Read More ->>

Jumat, 27 Juni 2014

Kurikulum selalu berubah

Dewasa ini pendidikan hal yang terpenting dalam kehidupan bermasyarakat dengan pendidikan masyarakat dapat memperbaiki kualitas hidup, hal ini di perkuat dengan semakin tinggi pendidikan yang dipelajari maka terbuka kemungkinan peningkatan wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah. Perkembangan pendidikan tidak terlepas dari yang nama nya pondasi pendidikan yaitu kurukulum, kurikulum merupakan suatu cara untuk mengukur tingkat perkembangan pendidikan, hal ini dapat diartikan bahwa arah pendidikan kita tergantung kurikulum yang dibuat. Dalam kurun waktu belakangan ini kurikulum mengalami banyak perubahan yang secara langsung membawa dampak terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia, perubahan yang terjadi tidak terlepas dari perkembangan secara global di dunia yang mau tidak mau menuntut kita untuk menyesuaikan dengan kebudayaan bangsa Indonesia sehingga dapat meningkatkan daya beda yang tiap daerah memiliki ciri khas tertentu. Perkembangan dari perubahan kurikulum dapat juga memanfaatkan kebutuhan dari daerah setempat sehingga dapat menjadi hubungan yang timbal balik sehingga perubahan tersebut pada inti nya dapat berdampak positif bagi peningkatan kualitas bangsa dan Negara. Pada inti nya perubahan kurikulum merupakan hal yang wajar untuk peningkatan kualitas sehingga sifat dari kurikulum harus disesuaikan dengan perubahan yang ada dan bukan cuma menerima maupun bersikap datar saja, kurikulum selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dari suatu kejadian yang menurut pemangku pendidikan sangat relevan untuk di munculkan ke permukaan, kurikulum juga mengalami perubahan bila terdapat metode-metode yang baru dalam belajar sehingga mengharuskan adanya perubahan yang menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, hal ini sering kita perhatikan setiap kurikulum berubah. Oleh karena itu perubahan kurikulum merupakan hal yang biasa dan hal yang terbaik untuk proses perkembangan pendidikan.    
Read More ->>

Selasa, 12 November 2013

Cara membuat video dari foto windows movie maker

Aplikasi Windows movie maker adalah aplikasi bawaan windows xp, windows vista dan windows 7, movie maker biasanya iktut terinstall secara langsung ketika menginstall windows xp service pack2. Apabila belum terinstall dalam komputer anda bisa mendownloadnya di situs Microsoft. Movie maker dapat digunakan untuk membuat sebuah gambar/ foto menjadi video clip yang dapat ditambahkan background serta lagu. Selain movie maker terdapt juga aplikasi untuk membuat gambar jadi video yang lainnya seperti Ulead video studio, pinnacle dan lain-lain.
Berikut ini adalah cara untuk membuat video dari foto
1. Sediakan beerapa file foto dengan format jpg atau bmp.
2. Sediakan juga lagu dengan format wav.
Windows movie maker tidak bisa membaca/mengenali file mp3 . Supaya lagu mp3 bisa digunakan di movie maker maka harus diubah ke format wav terlebih dahulu. Untuk mengubah menjadi wav anda dapat memanfaatkan aplikasi yang bernama Format Factory, yang bisa anda download secara gratis.
3. Jalankan aplikasi windows movie maker.
Kemudian Pilih Import pictures , dan masukkan foto/ gambar yang akan anda gunakan.
membuat video dari foto

4. Pada task window pilih gambar macan, kemudian untuk memilih semua secara otomatis tekan Ctrl+A. Setelah itu klik kanan lalu pilih Add to Storyboard.
membuat video dari foto

5. Langkah selanjutnya tambahkan video effects.
Terdapat beberapa cara yaitu:
a. Jika secara manual pilih efek yang ada di task window lalu satu persatu di drag ke story board.
b. Pilih semua gambar yg ada di storyboard  (untuk memilih semua gambar secara otomatis tekan Ctrl+A).
Setelah itu Klik kanan di video efek yang ada  di task window pilih add to storyboard (perhatikan gambar pada langkah 4).
membuat video dari foto

6. Video transition.
Terdapat beberapa cara yaitu:
a. Cara manual yaitu Pilih video transisi yang ada di task window lalu di drag satu persatu ke story board.
b. Cara cepatnya pilih semua gambar yg ada di storyboard  (caranya takan Ctrl+A)
Selanjutnya Klik kanan di video transitions  yang berada  di task window pilih add to storyboard (perhatikan gambar pada langkah ke 4).
membuat video dari foto

7. Langkah berikutnya import audio or music , Caranya bisa anda baca disini Memasukkan lagu ke video clip.
8. Setelah itu tambahkan title dan kredit
9. Langkah terakhir yaitu menyimpan file video clip, Klik Save to my computer.
Jangn diubah-ubah Ikuti saja pilihan defaultnya, lalu anda klik Next -next sampai finish.
membuat video dari foto

Demikain yang dapat saya sampaikan mengenai Cara membuat video dari foto menggunakan movie maker.
Read More ->>

Senin, 28 Oktober 2013

Soal Remidial Untuk Tugas Relative Clause

Untuk yang nilainya di bawah 60 silahkan kerjakan soal di bawah ini sesuai dengan penjelasan tentang relative clause pada pelajaran sebelumnya, untuk yang mendapatkan nilai 60 boleh juga mengerjakan tugas ini dan boleh juga untuk tidak mengerjakan....

SILAHKAN ISI TITIK-TITIK DENGAN MENGGUNAKAN RELATIVE CLAUSES WHO, WHOM, WHOSE, DAN WHICH

1. I met a man … is kind to everybody.
2. The woman … I called gave me some information.
3. I know the man … bike is lost.
4. I’ll show you the ring … he gave to me.
5. The man with … you came to the party is my father.


CATATAN

Untuk memecahkan soal seperti di atas, dapat JUGA digunakan TRIK sebagai berikut:

1. Jika kata sebelum titik-titik adalah menunjukkan manusia, dan setelah titik-titik adalah kata kerja atau kata kerja bantu seperti to be atau modals, atau auxilliary ‘do’(is, isn’t, do, don’t, will, won’t, can, can’t, was, wasn’t, dll), maka isi titik-titik adalah who.


2. Jika kata sebelum titik-titik adalah menunjukkan manusia, atau manusia diikuti oleh kata depan seperti withtoby, from, dll dan setelah titik-titik adalah subjek (kata benda, nama orang, atau kata ganti: I, you, we she, he, it, Abdel, Temon, dll), maka isi titik-titik adalah whom.

3. Jika kata sebelum titik-titik adalah menunjukkan orang, atau hewan, dan kata setelah titik-titik adalah kata benda, maka isi titik-titik tersebut adalah whose.

4. Jika kata sebelum titik-titik adalah kata benda yang menunjukkan bukan manusia, maka isi titik-titik adalah which.

SELAMAT MENGERJAKAN !!!!!!!!!.............................................................................................
Read More ->>

Kamis, 26 September 2013

TEXT REPORT

Halo sobat,,kali ini saya akan berbagi ilmu tentang Report Text Bahasa Inggris Beserta Penjelasannya,,
Report Text merupakan salah satu text bahasa inggris yang sering kita pelajari disekolah. Tahukah kamu apa itu report text? bagaimana generic structure report text? apa tujuan dan ciri report text serta contoh report text? Nah, itulah yang akan kita bahas bersama kali ini. Siap guys? Semangat!!

Report text adalah sebuah teks yang memberikan informasi tentang suatu peristiwa atau situasi, setelah diadakannya investigasi dan melalui berbagai pertimbangan atau dengan kata lain berisi fakta. Nah, berisi fakta inilah yang membedakan report text dengan descriptive text.

Generic Structure Report Text

Sama halnya dengan text bahasa inggris yang lainnya, report text tentunya juga memiliki generic structur. Yups, generic structur report text ada dua, yaitu :
  1. General Clasification : Pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya.
  2. Description : tells what the phenomenon under discussion ; in terms of parts, qualities, habits or behaviors; Maksudnya pada bagian ini report text memberikan gambaran fenomena-fenomena yang terjadi; baik bagian-bagiannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya, ataupun tingkah lakunya. Intinya adalah penjabaran dari klasifikasi yang disajikan dengan ilmiah.

Tujuan dan Ciri Report Text

Tentunya dalam penulisan report text ada tujuan tersendiri. Nah, tujuan report text tersebut adalah untuk menyampaikan informasi hasil pengamatan dan analisa yang sistematis. Informasi yang dijelaskan dalam report text biasanya bersifat umum, baik itu alamiah ataupun buata seperti binatang mamalia, planet, bebatuan, tumbuh-tumbuhan, negara bagian, budaya, transportasi, dan lain sebagainya.
Its social purpose is presenting information about something. They generally describe an entire class of things, whether natural or made: mammals, the planets, rocks, plants, countries of region, culture, transportation, and so on.
Sedangkan Ciri-ciri report text adalah sebagai berikut
  • Menggunakan general nouns, seperti ‘Reptiles in Comodo Insland’, dsb.
  • Menggunakan relating verbs untuk menjelaskan ciri, misalnya reptiles are scaly animals (ciri ini berlaku untuk semua reptilia), dsb.
  • Menggunakan action verbs dalam mejelaskan perilaku, misalnya lizards cannot fly, dsb.
  • Menggunakan present tense untuk menyatakan suatu yang umum, misalnya Komodo dragons usually weight more than 160 kg, dsb.
  • Mengguanakan istilah teknis/ ilmiah, misalnya water contains oxygen and hydrogen, dsb.

Contoh Report Text


"Birds"
Birds are interesting flying animals. They are vertebrates and warm blooded animals. They belong to aves class and they can be found all over the world.

Birds breath with their air pocket. Beside as respiration organ, air pocket also can enlarge or reduce their weight when flying or swimming.

There are many kinds of birds. Earth bird has special characteristic. They have different morphology according to their food and their habitat. Some of them eat seeds, pollen, fish or meat. There are some species that live in land and the others live in water. Land birds live on their nest.

Female birds have specific tasks. they lay eggs and feed their baby, Beside that they look for foods for their baby. 

"Elephant"
An elephant is the largest and strongest of all animals. It is a strange looking animal which it has thick legs, huge sides and backs, large hanging ears, a small tail, little eyes, long white tusks and above all, elephant has a long nose, the trunk. An elephant is commonly seen in a zoo, it has hard found in it natural habitat.

The trunk is the elephant's peculiar feature. This trunk has various usages. The elephant draws up water by its trunk and can squirt the water all over its body like a shower bath. The elephant's trunk also lift leaves and put them into its mouth. In fact, the trunk serves the elephant as long arm and hand. An elephant looks very clumsy and heavy and yet an elephant can move very quickly.

The elephant is very intelligent animal. Its intelligence combined with its great strength makes an elephant a very useful servant to man. Elephant can be trained to serve in various ways such as carry heavy loads, hunt for tigers and even fight. An elephant is really a smart animal.

"What is a Tornado?"
Tornadoes are known as one of the most damaging disasters. What is the description of tornadoes? A tornado is a very powerful column of winds which spirals around a center of low atmospheric pressure. A tornado will look like a large black funnel which hangs down from a storm cloud.

The name "tornado" derives from the Latin "tonare". It means "to thunder." While the Spanish developed the word into "tornear" which means "to turn or twist". This is why a tornado is sometimes called twister or cyclone.

The winds inside a twister can spin around at speeds up to 500 miles an hour, but it usually travels at roughly 300 miles an hour. This speed twisting makes a tornado the most dangerous storm.

The average tornado has a diameter of about 200 to 300 yards. The smaller tornadoes are known as satellite tornadoes. These small offspring, about 50 yards across, can be very fierce and do lots of damage.

The forming of a tornado can be very quick. Sometimes it can form in a minute or less. A tornado can travel across the ground at high speeds, then it can suddenly vanish. Most tornadoes last less than twenty minutes and travel less than 15 miles. However, the super storms sometimes travel over 100 miles before they are exhausted.

Demikian artikel ini saya tuliskan mengenai contoh report text semoga bermanfaat dan semoga anda sudah mengerti serta mahir membuatkan sebuah report teks dengan bahasa anda sendiri. Anda juga boleh membaca artikel menyangkut contoh narrative text atau contoh procedure text yang telah kami tuliskkan disini. - Contoh Report Text Bahasa Inggris Pendek Singkat Terbaru 

Read More ->>

Jumat, 06 September 2013

MATERI BAHASA INGGRIS KELAS IX SMP

Rangkuman Materi Bahasa Inggris Kelas IX SMP

The Kind Of The Text :
Procedure Text ( Imperative/ Intruction)
The goal of the procedure is how to make / how to operate.
Genre:
- The Goal/ The Purpose
- The Material
- The Step :
- Firstly…
- Next…
- Then…
- Afterthat…
- Finally…
Past tense/ Simple present tense
Narative text
The goal of the narative is to entertain.
Genre:
- Orientation
- Conflication
- Rerriantation
- Resolution
Simple past tense
Recount text
The goal of the recount is to retell about past experience.
Genre:
- Simple Past tense
- Orientation
- Event 1,
- Event 2, …
Report text
The goal of the report is to give information / news.
Genre:
- Identification
- Discription 1
- Discription 2
Simple present/ simple past tense
Discription text
The goal of the discriptive is to describe of thing or people.
Genre:
- general clasification
- description 1
- description 2
Simple present tense
Short Functional text
Example :
1. memo
2. message
3. letter
4. announcement
    The goal of the announcement is to announce the information 
5. invitation
    The goal of the invitation is to invite someone
6. advertisement
    The goal of the advertisement is to advertise / to promote the things
7. notice/ symbol
8. label
Tag Questions
Affirmative Sentence and  Negative Tags
·         She is a journalist, isn’t she?
·         I was very sick, wasn’t I ?
·         We can sing dangdut, can’t we ?
·         You live in Paris, don’t you ?
·         The published her book, didn’t they ?
·         I have told you, haven’t I ?
Negative Sentences and Positive Tags.
·         you aren’s a teacher, are you ?
·         they weren’t there yesterday, were they ?
·         she musn’t come, musn’t she ?
·         he doesn’t like the article, does he ?
·         you didn’t interview him, did you ?
·         the vocalist hasn’t come, has he?
Conditional Sentences
     You use the kind of conditional sentence when you are talking about a prediction for the future. Examples :
1.     If he has time, he will come.
He will come if he has time.
2.    I will not go if you don’t go.
If you don’t go, i will not go.
3.    Will she come if I invite her ?
Yes, she will.
She will come if you invite her.
Writing Personal Letter
            A personal letter is an informal written message between friends, relatives, and acquintances. Ussually, a personal letter is about personal fellings, thoughts, or experiences, which are meant to be read by a specific person.
The features of a personal letter :
·         The date.
·         Receiver’s  address.
·         An opening greeting or salutation, usually “Dear...”.
·         A sign off or farewell, for example : “Yours sincerely”, “Best regards”,”Best wishes”, or “Cheers”.
·         Your signature to close the letter.
·         The use of informal  language to express your fellings, thoughts, and experience.
Punctuations :
·         The dates are always in the order of day, month and year.
Commas are used after the city’s name in front of the date.
e.g. Jakarta, 11 November 2011
  Makassar, 28 Agustus 2011
·         We also use commas after greetings and farewells.
e.g. Dear Sari,
  Dear Dameria,
  Yours sincerely,
  Best regards,
  Always,
  Love,
·         We use commas to separate the different parts of the address which are written in order.
e.g. Jalan RS. Fatmawati 3, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Jalan Gatot Subroto 10, Samarinda, kalimantan Timur.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Telusuri