Senin, 26 Agustus 2013

Fase Pertumbuhan Jagung

Perilaku terhadap tanaman jagung

-          Pengelolaan hara
-          Pengelolaan tanaman
-          Pengelolaan air
-          Pengelolaan gulma

Sistem perakaran
-          Akar seminal : berkembang pada radikula dan embrio
-          Akar adventif : akar yang keluar dari buku-buku pada batang jagung (7-10 buku), berperan dalam mengambil hara dan air
-          Akar kait atau penyangga : akar adventif yang muncul 2 atau 3 buku diatas tanah, membantu dalam mengambil hara dan air.

Bunga Jagung
Anthesis = munculnya bunga jantan
Silking = munculnya bunga betina
Anthesis muncul 1-3 hari sebelum silking muncul. Di waktu ini menjadi suatu yang penting (ASI=anthesis silking interval). ASI yang kecil menunjukkan adanya sinkronisasi  pembungaan yang berarti  peluang terjadinya penyerbukan sempurna sangat besar. Tapi jika ASI besar maka sinkronisasi pembungaan dan penyerbukan terhambat sehingga menurunkan hasi.
ASI dipengaruhi oleh cekaman abiotis seperti kekeringan dan tempratur tinggi.

Pelepasan serbuk sari berlangsung 3-6 hari
Rambut tongkol reseptif dalam 3-8 hari
Serbuk sari yang sudah terlepas masih hidup dalam 4-16 jam
Penyerbukan selesai dalam waktu 24-36 jam
Tanda-tanda sudah terjadinya penyerbukan adalah warna rambut tongkol berubah menjadi coklat dan kemudian mengering
Biji mulai terbentuk 10-15 hari setelah terjadinya penyerbukan

Proses tubuh jagung
1.       Benih tumbuh setelah 4-5 hari semenjak ditanam. Penghambat adalah kondisi yang kering
2.       Fase V3-V5 (jumlah daun yang terbuka sempurna adalah 3-5 helai). Ini berlangsung pada umur 10-18 setelah tumbuh. Penghambat adalah suhu tanah yang rendah.
3.       Fese V6-V10 (jumlah daun yang terbuka sempurna adalah 6-10 helai). Ini berlangsung pada umur 18-35 setelah tumbuh. Bakal bunga jantan dan perkembangan tongkol dimulai. Pada fase ini penyerapan unsur hara sangat tinggi
4.       Fase V11-Vn (jumlah daun terbuka sempurna 11 sampai daun terakir 15-18 helai). Ini berlangsung pada umur 33-50 hari setelah tumbuh. Kebutuhan hara dan air relatif tinggi. Tumbuhan sensitif terhadap cekaman kekeringan dan kekurangan hara sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan tongkol dan memperlambat munculnya bunga betina.
5.       Fase Tesseling (berbunga jantan). Ini berlangsung pada umur 45-52 hari setelah tumbuh.
6.       Fase R1 (Silking), ini diawali dengan tumbuhnya rambut dari dalam tongkol yang terbungkus kelobot dan terjadi setelah 2-3 hari setelah tesseling. Serbuk sari berubah menjadi sel telur membutuhkan waktu 24 jam. Rambut tongkol berumur subur 2-3 hari, dan terus memanjang hingga diserbuki.
7.       Fase R2 (blester). Ini muncul setelah umur 10-14 hari setelah silking dengan tanda-tanda rambut tongkol sudah kering dan berwarna gelap
8.       Fase R3 (masak susu). Ini berumur 18-22 hari setelah silking. Biji berbentuk cairan bening
9.       Fase R4 (Dough). Ini muncul setelah umur 24-28 setelah silking. Biji berbentuk pasta (belum mengeras). Fase ini kekeringan berpengaruh terhadap bobot biji.
10.   Fase R5 (pengerasan biji). Ini berumur 35-42 setelah silking
11.   se R6 (masak fisiologis). Ini berumur 55-56 hari setelah silking.


Read More ->>

FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI



Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi adalah pemeliharaan (teknik budidaya). Buat petani, cara bercocok tanam bukan hal yang sulit, namun untuk memelihara tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya baik tidaklah gampang. Bisa jadi pengalaman dari kebiasaan usaha tani adalah kunci keberhasilan untuk memperoleh produktivitas tanaman yang tinggi. Meski demikian, buat kita yang masih baru menekuni dunia pertanian tentu tak berharap harus melewati waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan guru yang terbaik (pengalaman) itu.

Ada pendekatan yang cukup efektif untuk menentukan tindakan budidaya yang tepat yaitu dengan memahami fase pertumbuhan tanaman padi, sedari penyemaian benih hingga panen. Setiap fase pertumbuhan mempunyai kekhasan yang dengannya kita bisa mengetahui saat-saat penting (kritis) bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, memahami kebutuhan tanaman ketika itu dan tindakan perlindungan sehingga setiap fase bisa berlangsung dengan baik.


Fase-fase pertumbuhan tanaman padi berikut disajikan berdasarkan informasi/data dan karakteristik IR64, varietas unggul berdaya hasil tinggi, semidwarf (tinggi sedang), namun secara umum berlaku juga untuk varietas lainnya.
Secara garis besar, fase pertumbuhan tanaman padi dibagi menjadi 2 (dua) bagian yakni fase vegetatif dan fase generatif, namun ada yang membagi lagi fase generatifnya menjadi fase reproduktif dan pematangan.

Di daerah tropis, fase reproduktif berlangsung lebih kurang 35 hari , sedangkan fase pematangannya sekitar 30 hari. Perbedaan umur tanaman ditentukan oleh perbedaan panjang fase vegetatif. Sebagai contoh, IR64 yang matang dalam 120 hari mempunyai fase vegetatif 55 hari, sedangkan varietas berumur dalam yang matang dalam 150 hari fase vegetatifnya 85 hari.

FASE VEGETATIF


Fase vegetatif adalah awal pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan benih sampai primordia bunga (pembentukan malai).

Tahap Perkecambahan benih (germination)

Pada fase ini benih akan menyerap air dari lingkungan (karena perbedaan kadar air antara benih dan lingkungan), masa dormansi akan pecah ditandai dengan kemunculan radicula dan plumule. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih adalah kelembaban, cahaya dan suhu. Petani biasanya melakukan perendaman benih selama 24 jam kemudian diperam 24 jam lagi. Tahan perkecambahan benih berakhir sampai daun pertama muncul dan ini berlangsung 3-5 hari.

Tahap Pertunasan (seedling stage)

Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah hingga menjelang anakan pertama muncul. Umumnya petani melewatkan tahap pertumbuhan ini di persemaian. Pada awal di persemaian, mulai muncul akar seminal hingga kemunculan akar sekunder (adventitious) membentuk sistem perakaran serabut permanen dengan cepat menggantikan radikula dan akar seminal sementara. Di sisi lain tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan sampai terbentuknya 5 daun sempurna yang menandai akhir fase ini.

Dengan demikian pada umur 15 – 20 hari setelah sebar, bibit telah mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat. Pada kondisi ini, bibit siap dipindahtanamkan.

Tahap Pembentukan anakan (tillering stage)

Setelah kemunculan daun kelima, tanaman mulai membentuk anakan bersamaan dengan berkembangnya tunas baru. Anakan muncul dari tunas aksial (axillary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit ini menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh (emerging), anakan pertama memunculkan anakan sekunder, demikian seterusnya hingga anakan maksimal.

Pada fase ini, ada dua tahapan penting yaitu pembentukan anakan aktif kemudian disusul dengan perpanjangan batang (stem elongation). Kedua tahapan ini bisa tumpang tindih, tanaman yang sudah tidak membentuk anakan akan mengalami perpanjangan batang, buku kelima dari batang di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm sebelum pembentukan malai. Sementara tanaman muda (tepi) terkadang masih membentuk anakan baru, sehingga terlihat perkembangan kanopi sangat cepat. Secara umum, fase pembentukan anakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari.
Pada tanaman yang menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) periode fase ini mungkin tidak sampai 30 hari karena bibit tidak mengalami stagnasi seperti halnya tanaman sistem tapin yang beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya sesaat setelah pindah tanam.



Penggunaan pupuk nitrogen (urea) berlebihan atau waktu aplikasi pemupukan susulan yang terlambat memicu pembentukan anakan lebih lama (lewat 30 hst), namun biasanya anakan yang terbentuk tidak produktif.

FASE GENERATIF



Fase Reproduktif

Tahap Inisiasi Bunga / Primordia (Panicle Initiation)


Perkembangan tanaman pada tahapan ini diawali dengan inisiasi bunga (panicle initiation). Bakal malai terlihat berupa kerucut berbulu putih (white feathery cone) panjang 1,0-1,5 mm. Pertama kali muncul pada ruas buku utama (main culm) kemudian pada anakan dengan pola tidak teratur. Ini akan berkembang hingga bentuk malai terllihat jelas sehingga bulir (spikelets) terlihat dan dapat dibedakan.
Malai muda meningkat dalam ukuran dan berkembang ke atas di dalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun menggembung (bulge). Penggembungan daun bendera ini disebut bunting sebagi tahap kedua dari fase ini (booting stage).

Tahap Bunting (booting stage)

Bunting terlihat pertama kali pada ruas batang utama. Pada tahap bunting, ujung daun layu (menjadi tua dan mati) dan anakan non-produktif terlihat pada bagian dasar tanaman.

Tahap Keluar Malai (heading stage)

Tahap selanjutnya dari fase ini adalah tahap keluar malai. Heading ditandai dengan kemunculan ujung malai dari pelepah daun bendera. Malai terus berkembang sampai keluar seutuhnya dari pelepah daun.
Akhir fase ini adalah tahap pembungaan yang dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir dan terjadi proses pembuahan.

Tahap Pembungaan (flowering stage)

Pada pembungaan, kelopak bunga terbuka, antera menyembul keluar dari kelopak bunga (flower glumes) karena pemanjangan stamen dan serbuksari tumpah (shed). Kelopak bunga kemudian menutup. Serbuk sari atau tepung sari (pollen) jatuh ke putik, sehingga terjadi pembuahan. Struktur pistil berbulu dimana tube tepung sari dari serbuk sari yang muncul (bulat, struktur gelap dalam ilustrasi ini) akan mengembang ke ovary.

Proses pembungaan berlanjut sampai hampir semua spikelet pada malai mekar. Pembungaan terjadi sehari setelah heading. Pada umumnya, floret (kelopak bunga) membuka pada pagi hari. Semua spikelet pada malai membuka dalam 7 hari. Pada pembungaan, 3-5 daun masih aktif.
Anakan pada tanaman padi ini telah dipisahkan pada saat dimulainya pembungaan dan dikelompokkan ke dalam anakan produktif dan nonproduktif.

Fase reproduktif yang diawali dari inisiasi bunga sampai pembungaan (setelah putik dibuahi oleh serbuk sari) berlangsung sekitar 35 hari. Pemberian zat pengatur tumbuh atau penambahan hormon tanaman (pythohormon) berupa gibberlin (GA3) dan pemeliharaan tanaman dari serangan penyakit sangat diperlukan pada fase ini. Perbedaan lama periode fase reproduktif antara padi varietas genjah maupun yang berumur panjan tidak berbeda nyata. Ketersediaan air pada fase ini sangat diperlukan, terutama pada tahap terakhir diharapkan bisa tergenang 5 – 7 cm.

Fase Pemasakan / Pematangan

Tahap matang susu ( Milk Grain Stage )

Tiga tahap akhir pertumbuhan tanaman padi merupakan fase pemasakan. Pada tahap ini, gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu. Gabah mulai terisi dengan larutan putih susu, dapat dikeluarkan dengan menekan/menjepit gabah di antara dua jari. Malai hijau dan mulai merunduk. Pelayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun bendera dan dua daun di bawahnya tetap hijau. Tahap ini paling disukai oleh walang sangit. Pada saat pengisian, ketersediaan air juga sangat diperlukan. Seperti halnya pada fase sebelumnya, pada fase ini diharapkan kondisi pertanaman tergenang 5 – 7 cm.

Tahap gabah ½ matang (dough grain stage)

Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan (senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin jelas. Pertanaman terlihat menguning. Seiring menguningnya malai, ujung dua daun terakhir pada setiap anakan mulai mengering.

Tahap gabah matang penuh (Mature Grain Stage)

Setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning. Tanaman padi pada tahap matang 90 – 100 % dari gabah isi berubah menjadi kuning dan keras. Daun bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian varietas ada yang tetap hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman. Berbeda dengan tahap awal pemasakan, pada tahap ini air tidak diperlukan lagi, tanah dibiarkan pada kondisi kering.

Periode pematangan, dari tahap masak susu hingga gabah matang penuh atau masak fisiologis berlangsung selama sekitar 35 hari.
Read More ->>

Minggu, 11 Agustus 2013

Aku dan sahabat

Seorang teman sejati adalah seseorang yang mengajarkan kita sesuatu yang berharga, dari siapa kita bisa belajar berbagai hal tentang cinta dan kehidupan. Dalam kata-kata Albert Schweitzer, "Dalam kehidupan semua orang, pada suatu saat, api batin kita padam. Kemudian meledak menjadi api oleh perjumpaan dengan manusia lain. Kita semua harus bersyukur untuk orang-orang yang mengobarkan semangat batin."












Read More ->>

Senin, 05 Agustus 2013

AKU dengan segala kekuranganku

Aku memang jauh dari sempurna. Bahkan aku penuh dengan kekurangan, Tapi jika karena itu lantas aku tak berhak atas kebahagiaan dengan orang yang sungguh aku sayangi, apakah aku salah jika aku tidak bisa terima. Apa kekuranganku menjadikan aku harus lemah dan menerima mentah-mentah takdir yang menimpaku, atau terus meratapi dengan kepiluan segala duka yang rasanya terus mendera. Salahkah jika kemudian aku lelah, aku ingin lepas dari semua. Aku ingin merasakan kebahagian seperti orang lain.

 







Read More ->>

Rabu, 03 Juli 2013

SHIGELLA SHIGAE


Bakteri yang di sebabkan penyakit ini yaitu menyerang usus. Usus yang terserang disentri terinfeksi oleh kuman (bakteri atau amoeba) jadi meradang. Gejala umumnya antara lain sakit perut, mencret (diare) kadang-kadang berdarah dan berlendir.
Ada dua tipe disentri yaitu disentri baksiler dan disentri amebik. Disentri baksiler disebabkan oleh bakteri dari keluarga Shigella. Sedangkan disentri amebik disebabkan oleh keluarga Amoeba.
Simptom penyakit disentri baksiler meliputi serangan ringan sampai serangan mendadak yang berat dan fatal. Penderita disentri yang meninggak biasanya akibat dari dehidrasi dan keracunan oleh toksin bakteri. Toksin adalah zat racun. Gejala awal disentri adalah demam dan mencret. Bahkan buang airnya terkadang berdarah. Muntah dan berak juga dapat dialami penderita penyakit ini. Kemudian tampak gejala dehidrasi karena seringnya buang air bercampur air. Pada tahap berikutnya, luka kronis pada usus besar menghasilkan berak berdarah. Infeksi bakteri disentri yang paling parah disebabkan oleh Shigella shigae. Bakteri ini banyak ditemukan di negeri tropis dan subtropis. Pengobatannya dengan obat antibiotika misalnya tetrasiklin. Kadang-kadang juga transfusi darah.
Sedangkan disentri amebik disebabkan oleh protozoa Entamoeba histolytica. Bentuk disentri ini jauh lebih berbahaya daripada disentri baksiler. Ini karena organisme penyebabnya dapat berbentuk kista (bersembunyi) dan motil (aktif bergerak). Bentuk yang motil menyebabkan disentri akut dengan gejala seperti disentri baksiler. Adapun yang kista menyebabkan disentri kronis dengan gejala kambuhan berupa diare, sakit perut, atau kejang lambung. Pengobatannya dilakukan dengan emetin, diodokuin, dan lain-lain.

Penyebaran atau penularannya seperti penyakit diare, yaitu melalui tinja si penderita yang mencemari air atau tanah. Dan orang sehat memakai air atau tanah yang tercemari oleh tinja yang mengandung kuman penyakit ini.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Telusuri