Sabtu, 24 November 2012

PENGERTIAN EVALUASI


1)      PENGERTIAN EVALUASI
            Evaluasi berarti pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa. Evaluasi Pendidikan adalah kegitan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai pengukuran atau penilaian hasil belajar-mengajar, padahal antara keduanya punya arti yang berbeda meskipun saling berhubungan. mengukur adalah membandingkan sesuatu dan satu ukuran (kuantitatif), sedangkan menilai berarti mengambil satu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (kualitatif). Adapun pengertian evaluasi meliputi keduanya.
            Ralph Tyler (1950) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum ada dan apa sebabnya. Untuk definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain yaitu Cronbach dan Stufflebeam, definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.

2)      FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI
            Dengan mengetahui makna penilaian/evaluasi ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka dengan cara lain dapat dikatakan bahwa fungsi evaluasi adalah sebagai berikut :
a.     Penilaian berfungsi selektif
            Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain:
1) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
2) Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
3) Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
4) Untuk memilih siswa yang sudah berhak meniggalkan sekolah dan sebagainya.

b.     Penilaianberfungsidiagnostik.
            Bila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu, di ketahui pula sebab-musabab kelemahan itu. Sehinggga dengan melakukan penilaian, sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.
c.      Penilaian berfungsi sebagai penempatan.
            Setiap siswa sejak lahir telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi disebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali dilaksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
d.     Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
            Dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.
            Tujuan evaluasi dalam buku Evaluasi Kurikulum karangan Hamid Hasan, adalah sebagai berikut:  
·         Menyediakan informasi mengenai pelaksanan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum sebagai masukan bagi pengambil keputusan.
·         Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikulum serta faktor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
·         Mengembangkan berbagai alternative pemecahan masalah yang dapat digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
·         Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan pelaksanaan suatu kurikulum.
3)      SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI
            Yang dimaksud dengan subjek evaluasi adalah orang yang melakukan pengerjaan evaluasi. Siapa yang dapat disebut sebagai subjek evaluasi untuk setiap tes, ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku.
            Sasaran evaluasi meliputi Input, Transformasi, dan Output. Berikut akan dijelaskan secara terperinci :

1. Input
            Input merupakan aspek yang bersifat rohani yang setidak-tidaknya mencakup empat hal yaitu: Kemampuan, Kepribadian, sikap dan inteligensi.

2. Transformasi
            Unsur-unsur dalam transformasi yang menjadi objek penilaian meliputi: kurikulum atau materi, metode dan cara penilaian, sasaran pendidikan/media, sistem administrasi, guru dan personal lainnya.


3. Output
            Penilaian terhadap lulusan suatu sekolah dilakukan untuk mengetahui sebeapa jauh tingkat pencapaian/prestasi belajar mereka selama mengikuti program. Alat yang digunakan untuk mengukur pencapaian ini disebut tes pencapaian atau achievement test.

4)      PRINSIP DAN ALAT EVALUASI
            Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya tringulasi atau hubungan erat antara tiga komponen, yaitu antara :
o   tujuan pembelajaran
o   kegiatan pembelajaran atau kbm, dan
o   evaluasi.
            Dalam pengertian umum, alat adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas atau mencapai tujuan lebih efektif dan efisien. Dengan pengertian tersebut maka alat evaluasi dapat dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi suatu yang dievaluasi dengan hasil seperti keadaan yang dievaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut evaluator menggunakan cara / teknik, dan oleh karena itu dikenal dengan teknik evaluasi. Ada dua teknik dalam evaluasi, yaitu teknik tes dan teknik non-tes.
o   Teknik Tes
Beberapa pengertian tentang Tes :
            Menurut Drs. Amir Daien Indrakusuma, Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data yang diinginkan tentang seseorang.
            Menurut Muchtar Bukhori, Tes adalah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang atau sekelompok murid.
            Definisi terakhir yang dikutip dari Webster, Test is any series of questions or exercises or other means of measuring the skill, knowledge, intelligence, capacities of aptitudes or an individual or group.
o   Teknik Non-Tes
Teknik Non-Test meliputi :
·         Skala Bertingkat (Rating Scale)
·         Kuesioner (Questionair)
·         Daftar Cocok (Check List)
·         Wawancara (Interview)
·         Pengamatan (Observation), dan
·         Riwayat Hidup (Curriculum Vitae).


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Telusuri